Merana di Tengah…
Merana di Tengah Gelimpangan Serbuk Emas dan Kandungan LNG Masela
WILAYAH Maluku Barat Daya ibarat tanah Kanaan; tanah yang diberkati TUHAN dengan air susu dan madu. Dari Ustutun di Pulau Lirang, Kecamatan Wetar hingga Pulau Masela, Kecamatan Babar Timur, atau dari Pulau Damer, Kecamatan Damer, hingga Meatimarang, Kecamatan Mdona Hyera berjejer pulau-pulau zaman pleitozin yang di atasnya berdiri gunung-gunung yang kaya serbuk-serbuk emas dan batuan tembaga seperti di Wetar dan Romang.
Ini belum termasuk kandungan gas alam cair (Liquid Natural Gas) yang menumpuk di Blok Masela dan blok lain yang belum dieksplorasi. Pendek kata, dari 42 pulau yang masuk yurisdiksi administratif bekas Onderafdeeling Zuid Wester Eilandon itu hampir 99 persen memiliki kandungan bahan tambang dan mineral. Donasinya menjadi wacana menggiurkan jika kayu-kayu kelas satu, ikan-ikan pelagis dan demersal, dan potensi perikanan lain dikelola secara moderen dan profesional bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten MBD.
Itu harapan besar seluruh rakyat setempat, termasuk pemimpin wilayah tersebut. Ekspektasi mereka yakni kelak pengelolaan kekayaan alam di MBD dapat mengangkat derajat kehidupan masyarakat di delapan kecamatan;Babar Timur, Pulau-pulau Babar, Mdona Hyera, Moa-Lakor, Leti, Pulau-pulau Terselatan, Damer, dan Wetar. Namun, harapan tetap harapan, sebab kita harus realistis kalau dari 76.710 jiwa penduduk MBD hampir 60 persen penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Mereka hidup di dalam gubuk-gubuk kedinginan meski sudah hampir tujuh dekade bangsa ini bebas dari belenggu penjajahan. Kilauan emas Wetar dan luapan LNG Masela ternyata belum jua mampu mengangkat derajat hidup penduduk MBD.
Bupati MBD Drs Barnabas N. Orno menandaskan rakyat di wilayah pemerintahannya hidup di bawah kemiskinan struktural karena salah urus.
’’Karena itu, perlu program pemberdayaan yang disertai dengan pembangunan sarana dan prasarana ekonomi seperti jalan, jembatan, dan infrastruktur lain yang membuka akses masyarakat dari dan ke kawasan sentra produksi,’’ ujar Bupati Orno dalam sambutannya dalam Sidang Klasis ke-20 Jemaat Gereja Protestan Maluku Pulau-pulau Kisar di Desa Eray, Kecamatan Wetar, 15 April 2012.
Namun demikian, kata Bupati Orno, program pemberdayaan yang disusun dan diimplementasikan pihaknya tak akan berjalan dengan baik jika masyarakat, termasuk pihak gereja, tak ikut berperan aktif di dalam program-program pemberdayaan.
Dengan kata lain, butuh keterpaduan atau lintas sektoral untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah barat daya. Sepanjang semua stakeholder berjalan dengan egosektoral masing-masing, jangan berharap banyak dari program yang disusun untuk memberdayakan masyarakat. Yang lebih penting butuh militansi wakil rakyat asal MBD untuk menyuarakan kepentingan rakyat di pusat sehingga pengelolaan hasil tambang dan mineral di wilayah itu juga berdampak positif untuk mengangkat derajat kehidupan masyarakat.
Pendek kata, jangan sampai rakyat MBD terus merana di tengah kelimpahan. Jika itu tersaji, kita akan terus mendengar satire dan balada anak negeri yang mengidungkan kidung-kidung nestapa di tengah desingan mesin-mesin penghancur gunung-gunung batu di Wetar dan Romang, serta hingar bingar pipa-pipa pengeboran minyak dan gas dari dasar laut di Blok Masela. (***)
Sumber: Merana di Tengah Gelimpangan Serbuk Emas dan Kandungan LNG Masela
Welcome
Natural Beauty And Culture Southwest Maluku
Southwest Maluku Regency is a regency of Maluku Province, located in eastern Indonesia. The principal town lies at Tiakur. Southwest Maluku is not only the world’s top gold deposit, but also has a natural wealth that is breathtaking both from the historical evidence such as Fortress and Citadel Volanhaven complete Deleshaven cannon – cannon that is a relic of the Portuguese and the Dutch from the seventeenth – and eighteenth-VOC monument on the beach name and Old church on the island range is, and other relics in Southwest Maluku Islands.
The natural beauty of Southwest Maluku is also reflected in the beautiful beaches and good tourist beach is very charming with the name of the beauty of white sand, coral bay beach jawalang with, and Nus Romang Eden on the island with white sand, beaches with big waves roll klis, Mount Buffalo in MOA island, hot water in the Wetar, hot water on the island of Damer Kehli from the top of the mountain and establish the degree to which each level of hot temperatures differ from each other, Weope waterfall in the village of Tela, District Pp. Babar with a cracked water comes from a cave and can be reached by hiking ± 50M., The beauty of Lake Tihu which is the source of life for a variety of flora and fauna in the vicinity, the underwater beauty of the island of Luang with various fish, and beautiful beaches and many more Matrialmanya maniez tete beauty given for the Southwest Maluku Katong Love.
Besides the beauty of the panoramic beauty of the culture of traditional dances, ceremonies – ceremonies are also so many cultures charming sculptured statues, woven fabric with a beautiful motive and the best quality, wicker and rattan palm wine leaves for decoration and equipment – household and of course the song – a beautiful song that always makes Southwest Maluku grandchildren always remembered ancestor of land Southwest Maluku.












